uji kd 1 : sos.kot

bagi teman2 pwk : kuliah saya sedianya selesai bersamaan dengan sesi akhir pertemuan kita, untuk selanjutnya kuliah akan diteruskan oleh bu trisni utami. ke depan pertemuan dengan saya tetap berlanjut namun fokus saya adalah memonitoring tugas lapangan yang telah kita sepakati, kalaupun ada kebutuhan untuk bertemu, berdiskusi dan berbincang, silahkan gunakan media ini atau anda atur waktu.
untuk itu, progress awal tugas kuliah kita : silahkan masing-masing kelompok menuliskan agenda yang sudah dan akan dilakukan lalu refleksikan secara kelompok, dengan cara meninggalkan comment dibawah ini : trims

35 Responses to “uji kd 1 : sos.kot

  • Tim : Taman Belajar
    Anggota :
    Masturina KH (Koordinator), Muhammad Iqbal R, Putri Prasetyan, Rina wulandari, Yosafat F Siahaan.

    ===========================================
    kegiatan yang telah dilakukan ( Rabu, 13 Oktober 2010 | Pasar Ledoksari) :
    – mengajar TPA
    – bermain

    Agenda minggu depan :
    – mengajar TPA
    – bimbingan belajar ( mengerjakan tugas dan pr)

  • antusias
    8 years ago

    team PAUD beranggota :
    1. Antusias Nurzukhrufa
    2. Arif Fakih
    3. Dina Pangaribuan
    4. Erma Puspita Dewi

    Agenda acara hari Rabu, 13 Oktober 2010 :
    1. Anak2 PAUD menonton film berjudul “Alangkah Lucunya Negeri Ini”
    2. Membuat sandal lucu

    Agenda minggu depan yaitu rutinitas PAUD seperti biasa

  • Kelompok 5 : Taman Baca
    1. Yudha Elfanda I0609034
    2. Nur fauziyah R I0609021
    3. Vera Novitasari I0609030
    Kunjungan pertama kami di seroja yaitu hari rabu, 13 Oktober 2010 pukul 10.00 WIB. Pada saat itu di Seroja sedang ada peliputan dari Unicef PBB. Kegiatannya diisi dengan acara nonton film bareng dan pembuatan kerajinan sandal. Meski kami dalam social work ini berada dalam kelompok Taman Baca, namun khusus untuk hari itu kami ikut terlibat dalam seluruh kegiatan di Seroja. Menonton film bersama dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Selesai menonton film, istirahat sejenak dengan pemberian snack dari pengurus untuk para penghuni seroja. Setelah itu pembuatan kerajinan sandal. Kegiatan ini diikuti oleh adik-adik penghuni seroja. Mereka diberi pola dari gambar-gambar kartun animasi. Terlihat antusiasme yang tinggi dari adik-adik seroja. Kami ikut mendampingi mereka dalam pembuatan kerajinan sandal. Hal ini menjadi pengalaman pertama kami dan bahan belajar untuk kami. Kegiatan ini pun berakhir kurang lebih pukul 12.30 WIB.
    Kesan : Bergabung dalam kegiatan seroja cukup menyenangkan dan menarik. Banyak pelajaran yang dapat kami ambil dari kegiatan ini. Salah satunya yaitu kami jadi mengetahui bagaimana cara pembuatan kerajinan sandal. Para penghuni seroja cukup “welcome” terhadap kami dan pihak luar lain yang datang bergabung. Bisa berinteraksi dengan para penghuni seroja yang sebagian besar anak-anak “yang terpinggirkan” merupakan suatu pengalaman tersendiri bagi kami.
    Pesan : melihat respon yang baik dan antusiasme yang tinggi dari para penghuni seroja, pesan dari kami agar kegiatan-kegiatan di seroja dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Intensitas komunikasi dan perhatian dengan para penghuni seroja lebih ditingkatkan.
    Rencana kami ke depan : untuk ke depannya dari kelompok kami akan tetap mendampingi adik-adik seroja melalui program Taman Baca. Mengajak dan mengenalkan pentingnya membaca buku kepada adik-adik seroja. Mengadakan suatu inovasi pendampingan yang dapat menumbuhkan minat membaca mereka antara lain dengan pemberian hadiah kepada adik-adik yang berhasil membaca satu buku sampai selesai atau yang bersedia membacakan buku cerita kepada teman-temannya yang mungkin belum bisa membaca. Mungkin rencana ini bisa sedikit berubah karena kami akan melihat dahulu bagaimana pelaksanaan program Taman Baca ini sebelumnya, karena pada kunjungan pertama kami ke seroja program Taman Baca ini tidak diadakan.

  • Kelompok 3 ( Pendidikan Layanan Khusus)
    1. Dedy Syarifudin (I0609010)
    2. Meryani Ranggi Dewi (I0609019)
    3. Testianto Hanung F.P (I0609029)

    Kerja Sosial di PPAP Seroja (Kelompok 3)
    Hari Rabu13 Oktober 2010, kami mahasiswa PWK UNS 2009 akan mengunjungi PPAP Seroja pada pukul 10.00 WIB.PPAP Seroja terletak di kecamatan Jebres Surakarta. Lembaga tersebut ikut membantu dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan hukum bagi anak jalanan dan wanita yang terlantar. Kerja Sosial ini merupakan tugas dari mata kuliah Sosiologi Perkotaan dan dibagi mejadi beberapa kelompok. Kami kebetulan mendapat kelompok 3 yang mengurus bidang Pendidikan Layanan Khusus di PPAP Seroja. Anggota kelompok kami adalah saya sendiri, Testianto Hanung Fajar Prabowo, Dedy Syarifudin, dan Meryani Ranggi Dewi akan melaksanakan tugasnya untuk membantu para anak jalanan dan terpinggirkan untuk dapat belajar dan berpikit secara kreatif untuk masa depan mereka. Kebetulan pula ada dua kelompok lagi yang ikut datang membantu karena waktu tugas kami yang bersamaan. Jadilah dengan tiga kelompomk dan sekitar 15an mahasiswa PWK UNS 2009 datang pada hari itu juga di PPAP Seroja.

    Pada waktu pertama kali datang, PPAP Seroja sedang mendapatkan kunjungan dari UNICEF. Pihak UNICEF sengaja datang untuk mengetahui kondisi lembaga Seroja dan untuk mengetahui kondisi anak jalanan dan wanita terlantar yang sedang berada di lembaga tersebut. Para anak – anak yang sedang asyik menonton film tak menghiraukan kedatangam mereka. Bahkan untuk diambil fotonya pun tak mau. Pada saat itu juga kami berkenalan dengan anak – anak tersebut. Namanya antara lain Marsono dan Imam. Marsono berusia sekitar 11 tahun dan Imam berusia sekitar 6 tahun. Mereka bertempat tinggal di sekitar Stasiun Jebres dan sehari – hari mereka mengamen di daerah Panggung Jebres Surakarta. Mereka rutin datang tiap hari senin, rabu, dan jumat. Mereka ada yang datang sendiri atupun ada yang dijemput oleh para pendidik di Seroja. Ada kegitan menarik yang akan dilakkukan oelh mereka, yaitu akan membuat sandal lucu berbentuk kartun (yang dijual di toko – toko itu lho :-)…….)

    Setelah menonton film, mereka berkumpul di teras untuk membuat sandal lucu yang akan dibimbing oleh pendidik mereka antara lain mbak Ayu dan mas Sigit. Pertama kali mereka diberi gambar pola sandal berbentuk kartun. Gambar tersebut lucu – lucu, ada yang berbentuk doraemon, hamtaro, smile, pingun, dll. Kami pun ikut membantu mereka. Saya dan dedy membantu Marsono dan Mery bertugas sebagai dokumentasi kegiatan kami. Pertama, kami memotong pola sesuai ukuran gambar. Marsono menginginkan gambar smile. Setelah kami potong, kami tempelkan di gabus 1 berwarna hijau. Mulut dan matanya kami tempelkan gabus berwarna hitam lalu digabungkan jadi satu. Kemudian kami tempelkan gabus hitam yang agak tebal utnuk lapisan di bawahnya. Kami memotong agak kesulitan karena cukup tebal gabusnya serta butuh lem banyak supaya rekat. Kemudian kami mengukur kaki Marsono untuk jepitan sandaklnya agar sesuai. Kami agak kesulitan untuk memotong dan memasukkan jepitan sandalnya ke ke dalam bagian dalam sandal karena ukuran sandalnya ternyata kekecilan… he……. (maaph)…. ^^v
    Tetapi setelah diolah, dilihat, diperbaiki akhirnya pas dan cukup juga untuk kaki Marsono.
    Dan setelah ditempelkan dasarannya, ternyata jadi juga sandal lucu berbentuk smile.,.,…
    Marsono yang hanya sedikit membantu pun akhirnya senang juga setelah berdebat sengit. he…..

    Pukul 12.30 kami selesai dan berpamitan pulang. Mereka pun juga ikut pulang dengan diantar oleh mobil PPAP Seroja. Pengalaman pertama membuat sandal yang menyenangkan.. haha……

  • to kelompoknya mas hanung & mas yudha : saya suka dengan ekspresi dari postingan kelompok anda berdua, sedang untuk kelompok mas iqbal dan mas antusias, kira2 bisa ditambahkan lagi nggak ? bagi yang kelompok yang belum posting, silahkan segera posting, kalo gak …

  • kelompok 6
    1. abdillatil latifah (I0609001)
    2. daniel adi prasetyo (I0609008)
    3. habibah (I0609017)
    4. tegar trisna kusuma (I0609028)

    sabtu, 16 oktober 2010 kemarin, kami ‘ikut’ anak-anak seroja rekreasi ke pengging..
    awalnya, kami bingung juga waktu sms mas alifhul “hari sabtu outting worksho di pengging”… bayangan yang muncul di kepala kami “workshop=mirip kaya’ seminar”…. tapi ternyata…
    sepenglihatan kami di pengging bener-bener pure mereka rekreasi [tampak luar]… mereka cuman diajak main, terus ‘nyemlung’…
    lucu melihat semangat liburan mereka… seneng sekaligus miris…

    berangkat dari seroja sekitar jam delapan, dengan orientasi waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk sampai ke pengging 45 menit.
    kami (saya dan habibah) memilih untuk ngikut mobil bareng sama anak-anak… and WOW, mereka ternyata termasuk anak-anak yang gampang buat ngobrol dan diajak ngobrol… terima kasih buat vita sama rahayu, yang udah nemenin ngobrol terus sama foto-foto [narsis: mode on]…. :)))
    jumlah anak yang ngikut ke pengging (menurut mas alifhul) ada 17 anak, mereka rata-rata berusia >10 tahun. profesi keseharian: ngamen sama minta-minta di jalanan. ada 4 orang (udah lebih gede jadi aneh kalo mau disebut anak) yang udah kerja (dipekerjakan oleh seroja di laundry dan toko).

    tujuan utama jalan-jalan ke pengging adalah untuk mengetahui kecondongan minat anak-anak untuk nantinya akan diberi pelatihan keterampilan oleh seroja, biar (semoga) mereka bisa beralih dari kerjaan jalanan.
    pengelompokan itu berdasarkan keinginan masing-masing anak, jadi tidak ada unsur pemaksaan yang terkandung.
    ada tiga kegiatan pelatihan, yaitu: service hp, service komputer dan desain, serta menjahit.
    yang cewek-cewek jadi satu=> menjahit.
    service komputer dan desain cuman ada dua orang eminat, sisanya lebih minat sama service hp.

    pengelompokan mereka pun nggak bisa pake’ sistem yang biasanya kami lakukan di kelas.
    harus dengan cara bermain. itupun ada yang sempet mogok main dengan alasan capek.

    tapi secara keseluruhan, niat awal dari seroja untuk pelan-pelan merubah mereka cukup terpenuhi. mereka sudah mau untuk menentukan pilihan, tidak lagi hanya ikut-ikutan temen….

    setelah selesai dengan pengelompokan, waktunya anak-anak buat berbasah-basahan [yang untuk mereka adaah tujuan utama, bahkan katanya untuk rekreasi ini vita sudah siap sejak jam 06.00 WIB]
    selesai dengan segala yang basah-basah,,, baju sudah berganti ke yang kering…. waktunya makan siang…

    subhanallah… senengnya liat mereka maem. nggak ada kata mubadzir… jadi malu, kadang masih suka sisa-sisain makanan…

    perjalanan ulang agak murung, karena vita ngambek… jadi sasaran amukan deh, mukul-mukul segala macem peralatan yang ada di mobil… bikin berisik…. sementara rahayu tidur karena kecapekan…. mbak-mbaknya yang di depan sibuk ngobrol nggak tahu apa….

    sebagian ada yang langsung diturunin di depan terminal tirtonadi, sebagian ada yang di panggung…. yang lainnya nggak tahu…….
    tapi kami langsung ke seroja, terus pamit pulang…

    ***

    bener-bener harus berfikir “out of box” buat ngerti apa keinginan anak-anak seperti itu… tapi beribu terima kasih, karena kami sudah diberi kesempatan untuk merasakan pengalaman langka ini….
    makasih pwk, makasih soskot, makasih pak, makasih seroja, masikasih temen-temen semua………….. :))))

    oh ya, satu yang paling diingat, “…berda’waklah kepada suatu kaum dengan bahasa kaum itu sendiri…”
    bener sabdanya nabi Muhammad… mereka nggak bakal nyambung kalo cara ngomong kita ke mereka nggak dengan cara ngomong mereka sehari-hari…

    segini dulu ya pak, ceritanya…. matur sembah nuwun… ^^

  • masturina
    8 years ago

    Tim : Taman Belajar
    Anggota :
    Masturina K H (Koordinator)
    Muhammad Iqbal R
    Putri Prasetyan
    Rina wulandari
    Yosafat F Siahaan.

    =========================================

    13 Oktober 2010

    kegiatan yang dilakukkan :

    Sekitar pukul 3 sore kami menuju ke daerang panggung, yaitu tepatnya di belakang pasar Ledoksari. Bersama mbak Nana, pembimbing dari seroja, kami menuju kesana. Sesampai disana kami harus mendatangi tiap rumah untuk mengajak anak – anak ditempat itu untuk ikut mengaji dan bergabung bersama kami. Tidak mudah untuk mengajak mereka, kami harus membujuk mereka berkali – kali, tetapi ada juga beberapa anak yang membantu kami untuk mengajak teman – teman mereka.
    Sekitar dua puluh menitan kami baru bias memulai kegiatan belajar. Seperti kebanyakan anak – anak, mereka masih tetap saja bermain sesuai keinginan mereka walaupun kegiatan sudah dimulai. Ada yang membeli jajan, bermain layangan, dan sebagainya.
    Kegiatan awal adalah membaca iqro’ bagi yang muslim dan menyanyi bagi yang non muslim dan anak – anak balita. Setelah membaca iqro’ mereka akan bergabung dengan anak – anak yang sedang menyanyi.
    Sekitar pukul 5 sore kami selesai melakukkan kegiatan di pasar Ledoksari dan kembali menuju seroja.

    =========================================

    20 Oktober 2010

    Kegiatan yang dilakukkan :

    Tidak seperti minggu kemarin kegiatan kali ini diadakan agak sore yaitu pukul 4 sore. Kami berangkat menuju pasar ledoksari tanpa mbak Nana, karena mbak Nana sedang berhalangan hadir. Untung saja ada beberapa teman yang datang membantu jadi kami tidak begitu kewalahan menghadapi anak – anak.
    Sesampai disana hanya beberapa anak yang hadir itu pun sebagian harus kita jemput satu – satu. Sebagian besar dari mereka (terutama yang masih bersekolah antara kelas 2 sampai 6) karena mereka pramuka.
    Seperti biasa kegiatan diawali dengan membaca iqro’ satu – persatu. Karena anak – anak yang hadir hanya sedikit maka kami mengadakan agenda tambahan yaitu membuat kerajinan lipat, seperti origami, kapal, bunga, dsb.
    Sekitar pukul 5 sore anak – anak yang dari pramuka sudah pulang dan bergabung bersama kami untuk belajar bersama. Kami belajar dan bermain bersama hingga waktu maghrib. Saat adzan maghrib berkumandang kami segera pulang.

    =========================================

    Kesan :

    – saat kami bersama anak – anak jalanan tersebut kami merasa bersyukur karena kami merasa lebih beruntung dari mereka
    – kita harus belajar untuk mengerti karakter tiap anak – anak tersebut bukan mereka yang harus mengerti kita.
    – awalnya capek juga kita harus melayani semua anak tersebut, tapi akhirnya kami menikmatinya.

    agenda minggu depan:

    – membaca iqro’
    – belajar bersama
    – memlipat kertas

  • Minggu kedua bulan Oktober dengan Madrasah keliling PPAP SEROJA

    Perkenalkan kami mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan 2009. Salah satu Mata Kuliah pada semester III yang kami pelajari adalah Sosiologi Perkotaan. Beberapa materi yang telah kami pelajari yaitu sejarah kota dan urbanisasi. Tugass besar sosiologi perkotaan bisa dibilang cukup unik, tugasnya berupa pengabdian pada masyarakat. Tempat yang disepakati adalah PPAP SEROJA di Petoran,Jebres,Surakarta.
    Jum’at 7 Oktober 2010 adalah hari Pertama kita mengunjungi seroja secara serentak satu kelas. Kami dikenaalkan seperti apa seroja itu,berkecimpung dimana dan berperan sebagai apa seroja itu dalam masyarakat kota. Setelah mendengarkan panjang lebar penjelasan dari mb. Retno salah satu pengurus PPAP SEROJA kami kemudian dibagi dalam beberapa kelompok untuk bergabung dengan PPAP Seroja. Dan kelima orang yang beruntung mendapatkan no. undian 4 Danik Dwi Yulianti, Dian Mustika, Diyah Setiyani, Emi Puspitawati dan Wahyudin mendapat pilihan Madrasah keliling. Minggu berikutnya kita langsung ikut ke lapangan,, begini ceritanya…..

    Selasa, 12 Oktober 2010
    Hari itu adalah hari pertama kali kita diajak belajar bagaimana keadaan lingkungan yang di asuh oleh PPAP SEROJA.Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Banyudono, Boyolali. Bersama pengurus PPAP SEROJA kami berangkat pukul 16.00 WIB dengan sebuah mobil yang membawa peralatan yang dibutuhkan madrasah keliling dibanyudono seperti laptop,lcd proyektor dan terpal (sebagai tikar).pengurus Seroja mas Sigit sengaja menyiapkan acara sore itu hanya untuk menonton film dan memperkenalakan kami pada anak-anak banyudono. Sekitar pukul 16.35 WIB kami telah sampai di Lokasi. Rencana madrasah keliling akan diadakan di tengah permukiman warga, namun karena ada yang sedang meninggal dunia kami mengadakan acra madrasah keliling pada sore itu di lapangan. Berbagai macam sifat anak-anak kami temui disana, ada yang begitu perhatian bahkan ada yang sangat mencari perhatian. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang super aktif. Dan ternyata kami sangat kewalahan untuk mengkondisikan anak anak seumuran 11 tahun kebawah ini, butuh waktu yang lama menyajikan film kartun untuk mereka, setelah film diputar kami kira adik-adik bisa tenang menikmati film yang sedang diputar, tapi ternyata waaaaaaaaaaaaa,. .. .. . ada yang lari-lari,ada yang minta ganti film,ada yang mau nyanyi,ada yang main sendiri-sendiri. .namun dari hal itu banyak sekali pelajaran yang kami peroleh disana, dari celotehan-celotehan mereka yang lugu dan polos mengandung beberapa keinginan mereka seperti keluarga, cita-cita,harapan, kebersamaan dan banyak sekali yang membuat kami harus lebih bersyukur dengan apa yang kami miliki tentunya.
    Akhirnya acara madrasah keliling pada hari selasa itu selesai juga, capek rasanya tapi juga seneng bisa liyat adik-adik disana dan sedikit ngebantu(mungkin malah ngrepotin pengurus PPAP Seroja yang sore itu bersama kami) ^^, peace…

    Rabu, 13 Okteber 2010
    Rabu sekitar pukul 10.00 WIB Kelompok Madrasah Keliling datang lagi ke PPAP Seroja, pada hari itu pula Seroja kedatangan tamu dari UNICEF. Kegiatan yang diadakan Seroja pada hari itu adalah taman belajar,LKT dan——-. Pagi itu kami bersama adik-adik disana menonton film dan belajar membuat keterampilan sandal dengan motif yang lucu-lucu. Kami kira gampang untuk membuat sandal itu, tinggal potong-potong pola dan temple, tapi ternyata susah juga membuatnya, harus teliti dan hati-hati. Banyak juga adik-adik yang putus asa membuat sandal ini, kami berusaha menyemangati dan e…. malah akhirnya kami yang disuruh membuat untuk mereka. Hingga akhirnya beberapa dari kamipun juga ikut putus asa karena kurang sabar dalam membuat sandal ini. Hasilnya, hanya beberapa sandal yang terlihat seperti sandal, itupun hasilnya tidak karu-karuan. Untuk aseh dan marsono selamat yaw,,, sandal kalian yang jadi sendiri lengkap dengan srempangnya hihihihihih

  • dedy syarifudin
    8 years ago

    Assalamualaikum Pak Ramdhon, kami Kelompok Lembaga Pelayanan Khusus (LPK) dengan anggota Dedy Syarifudin, Meriyani Ranggi Dewi, dan Testianto Hanung, datang untuk yang ke dua kalinya dalam rangka melaporkan aktivitas kita di Seroja.
    Terakhir kami membersamai anak-anak Seroja pada hari Rabu, 20 Oktober 2010. Saat itu dari pengelola Seroja sedang mengadakan acara Olah Raga dan main bersama di Monumen 45 Banjarsari Surakarta. Kami lekas bertolak dari bumi UNS menuju ke TKP pukul 09.00 WIB bersama-sama dengan kelompok lain yang memang saat itu juga sedang ada pendampingan di Seroja. Dalam perjalanan yang dari awal kita bersama-sama akhirnya pisah saat tiba di area Monumen 45 Banjarsari Surakarta. Kemudian ada sedikit kendala saat kita mau masuk ke area dalam. Kita mau masuk, tapi kita tidak melihat ada pintu masuk yang terbuka. Akhirnya kita sampai muter dua kali sebelum melihat ada pintu terbuka sedikit. Kemudian kami masuk dan mencari dimana anak-anak Seroja berkumpul.
    Setelah kami menemukannya, tanpa menunggu janur melengkung, kami langsung bergabung dengan Seroja. Ketika sesampainya digerombolan, Dedy disuruh untuk memandu pemanasan dahulu. Gimana kesanmu memandu anak-anak Ded? “ Hmm… rasanya kayak gado-gado campur soto. Ada senangnya dan ada nggaknya. Senangnya bisa menjadi panutan bagi adek-adek. Hehehe…. Maksudnya senang karena bisa melihat canda tawa adek-adek saat pemanasan, lucu n nggemesin kayak ulat bulu. Kalo nggak nyenginnya, susah diatur! Ada yang malah ngobrol dibelakang, ada yang nggak serius, suaraku lumayan terkuras karena memang saya yang memberikan hitungan, adek-adek pada malu kalo disuruh menghitungi. Yaaah namanya juga anak-anak Pak. Namun keceriaan mereka tak bisa mengalahkan yang lainnya ”, jawab Dedy.
    Setelah selesai pemanasan, adik-adik berlari satu kali mengitari taman tempat Olah Raga dan bermain dilakukan. Namun sayang, tak ada mahasiswa PWK 09 yang ikut berlari saat itu –menurut Dedy- Setelah selesai, adik-adik mulai memecah menjadi beberapa kelompok, ada yang main ayunan, ada yang mainan gelantungan, ada yang mainan prosotan, ada yang main badminton, ada yang main mobil remote control, ada yang jalan-jalan, dan ada yang tidak ikut main tapi malah disamping ibunya (mungkin takut sama mas-mas dan mbak-mbaknya kali). Saat awal-awal itu, kami (kelompok PLK) masing-masing berpisah, Hanung ikut ke kubu barat, mendampingi adik-adik yang sedang bermain panjat tangga besi, Dedy di kubu tengah mendampingi adik-adik yang bermain prosotan, dan Meriyani di kubu timur menonton adik bermain bola.
    Gimana kesan Hanung menemani adik-adik bermain panjat tangga? “Ya ikut seneng donk. Cerianya mengingatkan masa kecilku. Hehe… Capek sih lumayan, ya karena ndampingi itu. Adek-adeknya itu lho, ada yang bandel banget kalo manjat. Dia seneng manjat-manjat dan bergelantungan, nanti kalo ada apa-apa gimana? Bisa berabe”, jawab Hanung.
    Kalo kesan Dedy gimana? “Ampun dehh!! Bandel-bandel semua. Masak skali mlorot 4 orang. Padahal prosotannya Cuma kecil. Selain itu, kalo ada yang baru naik dari bawah lewat prosotan, ee… yang diatas dah meluncur lagi 2-3 orang, ya jadi sering aku mengangkat adeknya dari tabrakan maut. Ada suatu saat si Daya menangis karena kepalanya terbentur prosotan, ya gara-gara tadi, prosotan bareng-bareng tanpa giliran. Dan anehnya, saat aku sudah capek, adek-adeknya masih GIRAS semua. Salut deh buat keceriaannya. Sparatoz!”, jawab Dedy.
    Kalo menurut Meriyani? “ Adeknya nakutin terus! Kalo nendang bola pasti dipasin ke mbak-mbak yang sedang nonton. Selain itu nendangnya juga ngawur, masa nendangnya lurus bolanya bisa lari ke kanan. Apa kakinya perlu dikentheng ya?, jawab Meri.
    Selesai acara Disana sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk anak-anak Seroja pulang dengan mobil, sedang kami pulang sendiri-sendiri.
    Hahahaha… memang penuh canda dan tawa saat itu. Demikian tadi curhat kami yang panjaaaaang saat kami, kelompok LPK, mendampingi adik-adik Seroja berolahraga dan bermain di Monumen 45 Banjarsari Surakarta. Untuk agenda minggu depan kami belum bisa menentukan, karena biasanya sudah ada agenda sendiri dari pihak pengelola Seroja. Dan jika kita ingin membuat agenda sendiri juga harus berkoordinasi dulu dengan pengelola Seroja. Wassalamualaikum ww.

  • ternyata sangat mengasikkan ya..:)

    ada yang mau nyumbang dana ga buat kegiatan taman belajar? rencana mau bikin roket ato ga simulasi gunung meletus nih

  • Kelompok 5 : Taman Baca
    1. Yudha Elfanda I0609034
    2. Nur Fauziyah R I0609021
    3. Vera Novitasari I0609030

    Rabu tanggal 20 Oktober 2010 pukul 09.00 WIB sesuai dengan jadwal, kami mengunjungi Seroja. Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua kami di Seroja. Pada hari itu kegiatan untuk para penghuni seroja ternyata diisi dengan berolahraga bersama di Taman Monumen 45 Banjasari Surakarta. Mungkin ini suatu inovasi pendampingan belajar dari pengurus Seroja agar para penghuni seroja yang terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu “terpinggirkan” tersebut tidak jenuh dengan kegiatan di dalam ruangan. Dari “rumah” seroja dengan membawa peralatan untuk berolahraga seperti bola, raket dan kok bulutangkis kami pun berangkat bersama-sama menuju Taman Monumen 45 Banjarsari Surakarta. Perjalanan dari “rumah” Seroja ke Taman Monumen 45 banjarsari dibutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.
    Sesampainya di Taman Monumen 45 Banjarsari Surakarta, di sisi sebelah selatan dari taman tersebut kegiatan olahraga bersama pun diadakan. Adik-adik balita yang tergabung dalam PAUD diajak bermain sepakbola dan bermain mainan yang ada di taman. Beberapa dari kami ikut menemani dan mengawasi adik-adik itu bermain. Adik-adik seroja yang lain sebagian bermain sepakbola dan sebagian bermain bulutangkis. Sedangkan ibu-ibu seroja hanya duduk-duduk di taman. Kegiatan olahraga bersama ini berlangsung sampai pukul 10.30 WIB. Sebelum pulang kami pun tak lupa mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama dengan adik-adik seroja.

    Kesan : kegiatan olahraga bersama di taman kota seperti ini menurut kami cukup baik dan memang perlu untuk diadakan untuk memberikan sesuatu yang beda, tidak monoton selalu berada di dalam rumah Seroja. Adik-adik Seroja terlihat senang dan gembira mengikuti kegiatan ini.

    Pesan : kegiatan outdoor seperti ini agar dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Mungkin untuk ke depannya jika mengadakan kegiatan outdoor seperti ini lagi Pengurus Seroja membawakan bekal minuman untuk adik-adik Seroja karena dari pengalaman kemarin ditengah-tengah kegiatan olahraga tidak sedikit adik-adik Seroja yang mengeluh dan meminta dibelikan minuman. Hal ini wajar karena berkegiatan outdoor seperti itu pasti membutuhkan tenaga yang lebih dan pasti akan merasakan haus. Sebenarnya tidak menjadi suatu masalah bagi kami untuk pergi membelikan minuman, tapi alangkah lebih baiknya jika semua hal yang sekiranya dibutuhkan saat kegiatan berlangsung dipersiapkan terlebih dahulu sebelum diadakannya kegiatan.

    Rencana kami ke depan : beranjak dari pengalaman dua kali
    kunjungan ke Seroja , untuk ke depannya mungkin kami mengikuti saja program kegiatan yang diadakan Seroja untuk setiap hari Rabu-nya. Karena dari dua kali kunjungan kami, untuk kegiatan Taman Baca sendiri tidak diadakan. Namun, kami tetap akan melaksanakan rencana inovasi pendampingan kami (yang telah kami jelaskan sebelumnya) terkait program Taman Baca. — Terimakasih —

  • silahkan kunjungi web saya untuk melihat foto foto seroja dokumentasi kelompok saya
    elfanda.blogspot.com
    – terima kasih- 😀

  • mas yudha : oke mas, tolong dibuatkan link url-nya. trims

  • Antusias
    8 years ago

    Laporan Kerja Sosial Seroja Divisi PAUD
    Anggota tim PAUD: Antusias N (koordinator)
    Arif Fakih
    Dina A.S.P
    Erma Puspita D.
    Laporan kegiatan:
     Praktek kerja social 1 (hari/tanggal: Rabu,13 Oktober 2010)
    Divisi PAUD melaksanakan kerja social yang pertama pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2010 bertempat di Seroja mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 13.00 siang. Divisi paud melaksanakan kerja social bersama divisi taman baca dan divisi PLK. Aktifitas yang dilaksanakan pada hari itu adalah pertama penayangan (nonton bareng) film “Alangkah Lucunya Negeri Ini” oleh penngasuh Seroja dan disaksikan oleh seluruh anak yang terdapat disana beserta mahasiswa dari divisi PAUD, taman baca, maupun PLK. Nonton bareng film tersebut diakhiri pada pukul 10.00 karena diselingi dengan jam istirahat. Pada saat istirahat, anak-anak jalanan diberi asupan snack dari pengasuh seroja. Sekitar pukul 10.30, anak-anak jalanan selesai istirahat, kemudian dilanjutkan dengan agenda membuat sandal kreatif yang lucu-lucu. Anak-anak dibantu dengan pengasuh dari seroja dan juga mahasiswa dari ketiga divisi, membuat sandal beraneka bentuk sampai sekitar pukul 13.00. Seteah itu, anak-anak diantarkan pulang dan mahasiswa pun juga ikut pulang. Itulah agenda kerja social pertama dari divisi PAUD di seroja.
     Praktek Kerja Sosial 2 (hari/tanggal: rabu, 20 Oktober 2010)
    Divisi Paud melaksanakan kerja social yang kedua pada hari rabu, seminggu setelah dilaksanakannya praktek kerja social pertama yaitu tanggal 20 Oktober 2010 bertempat di Monumen 45 mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 11.00 siang. Kali ini divisi PAUD juga melaksanakan kegiatan bersama-sama dengan divisi taman baca dan juga divisi PLK karena memang jadwal rutin ke serojanya juga sama yaitu setiap hari rabu mulai pukul 09.00/10.00 setelah kuliah pagi. Aktifitas yang dilasanakan oleh anak-anak di monument 45 adalah melakukan senam pagi kemudian bermain-main. Aktifitas senam pagi dilaksanakan bersama-sama dengan pengasuh seroja dan juga mahasiswa pwk. Senam pagi tersebut langsung dipimpin oleh saudara Dedy, mahasiswa PWK dari divisi PLK. Setelah selesai senam pagi, anak-anak bermain main di taman di monument tersebut sampai puas dan sebagian ada yang jajan di luar. Sekitar pukul 11.00, anak-anak seroja sudah pulang dengan mobil seroja, sedangkan mahasiswa dari ketiga divisi, pulang sendiri-sendiri. Demikian praktek kerja social di seroja dari divisi PAUD pada minggu kedua.
     Kesan dua kali kegiatan diSeroja
    Saat kami pertama kali datang ke Seroja, kami bingung akan melakukan apa disana. Kami merasa masih menjadi orang asing yang tiba-tiba datang. Namun kemudian kami melihat salah satu dari anak jalanan yang terbuka terhadap keadaannya, dan mau berkomunikasi dengan kami sehingga sedikit mencairkan suasana kebingungan kami. Dari situlah, kami mulai dapat berbaur dengan mereka dan bekerja bersama-sama. Kesan kerja social kami disana sangat menyenangkan walaupun dengan sejuta persepsi tentang mereka, tetapi kami merasakan bahwa mereka juga sama seperti orang-orang pada umumnya. Bahkan, sebenarnya mereka memiliki bakat dan berhak mempunyai kehidupan yang lebih layak jikalau ada kesempatan bagi mereka.
    Pada kali kedua kami bertemu dengan anak-anak seroja, kami langsung bisa membaur dengan mereka. Anak-anak yang sebelumnya terlihat takut dan canggung terhadap kami, pada saat itu sudah mulai biasa dan menerima dengan baik keberadaan kami di tengah mereka. Itu membuat mereka dan kami dapat berinteraksi tanpa merasa ada jarak diantara kami.
     Pesan
    Kami merasa sangat bangga dapat bekerja sama dengan PPAP Seroja, keberadaan mereka sangatlah berguna dan sangat dibutuhkan di kehidupan kota yang seakan tidak memperdulikan keberadaan kaum marginal seperti anak-anak jalanan. Seharusnya tempat-tempat seperti ini dapat lebih ditumbuhkembangkan lagi di kawasan perkotaan, mengingat fungsinya yang merupakan wadah yang sangat baik bagi para anak jalanan untuk dapat mengembangkan potensi dan bakatnya sehingga potensi yang mereka miliki tidak menjadi sia-sia dan bahkan dapat bermanfaat bagi mereka sendiri, dan masyarakat pada umumnya.
    Pesan kami bagi rekan-rekan anak-anak jalanan di seroja, teruslah berkarya dengan cara kalian sendiri tentunya dengan kegiatan-kegiatan yang positif sehingga kalian dapat membanggakan orang tua,masyarakat, maupun Negara kita yang membutuhkan generasi muda penerus bangsa yang berkualitas baik akhlak, maupun pemikirannya.
    TERUSLAH BERKARYA TEMANKU,,KAMI AKAN SELALU MENDUKUNGMU!!

  • Priasmoro Wijayanto
    8 years ago

    Tim : Pendataan
    Anggota :
    1. Binsar B M Gultom
    2. Risky Fajar M
    3. Wahyu Putri N I S
    4. Yuniar Irkham F

    Hari Rabu, 13 Oktober 2010 merupakan kegiatan pendataan pertama kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah mengunjungi PPAP Seroja, dimana kami akan menemui Mas Sigit yang memberikan pengarahan mengenai pendataan anak jalanan. Adalah hal yang sangat penting bagi PPAP Seroja mengenai hal pendataan anak jalanan, karena dengan data tersebut mereka akan mengetahui informasi yang dibutuhkan untuk menyusun program-program mereka.
    Pada awal pembicaraan, Mas Sigit mengatakan bahwa dalam melakukan pendataan jangan sekali-sekali menggunakan cara formal, salah-salah kita bisa dikira petugas yang akan merelokasi. Jika ingin mendapatkan informasi tentang mereka, cobalah untuk ikut menjadi bagian dari mereka. Kita tidak bisa menggunakan aturan kita di sini, aturan yang digunakan ya aturan mereka, aturan jalanan yang keras. Jika mereka ngamen, cobalah untuk ikut ngamen. Coba mengerti dan menerima bahasa yang mereka gunakan, jangan kaget jika ada banyak kata-kata kasar yang terucap. “ Kalau di pukul ya sudah terima saja, itu sudah resiko…. “, begitu kata Mas Sigit. Pengen ketawa rasanya, mungkin belum sempat mereka memukul saya sudah lari duluan…
    Kemudian hari ini diputuskan untuk melakukan pendataan di Seroja dahulu sebagai latihan. Kebetulan pada hari itu juga ada kelompok lain yang sedang membantu membuat kerajinan tangan. Hal ini sangat membantu karena kita bisa ikut membuat kerajinan sehingga bisa menyatu dengan mereka, sehingga pendataan dapat dilakukan secara santai. Walaupun kita masih dibantu dengan daftar kuisioner yang telah diberikan Mas Sigit sebelumnya.
    Awal bertanya agak canggung juga, takutnya nanti malah mereka ketakutan. Atau nggak mereka berfikir “ sopo kowe? Takon-takon barang…”. Dan itu memang terjadi, awalnya mereka ditanya diam saja dan seolah takut. Kami berfikir berarti memang pendataan memerlukan trik-trik khusus, tidak bisa mereka dijejali pertanyaan dan langsung menjawab. Bisa tahu NAMA, ASAL, dan ALASAN DI JALANAN saja sudah untung-untungan.
    Namun setelah melakukan berbagai pendekatan, mulai dari membantu memotongkan gabus, mengambilkan gunting, menemani main bola, dan lain sebagainya akhirnya kita mendapatkan data dari beberapa anak. Adalah Puji Astuti ( 16 ), Puji Rahayu ( 13 ), dan Imam Saputra ( 3 ). Mereka adalah tiga bersaudara, ayahnya yang bekerja sebagai pengamen baru satu tahun ini meninggal dunia dan sekarang tinggal bersama dengan ibunya di sekitar ASMI. Lokasi ini adalah hasil relokasi dari Kentingan. Ketiganya sering mengamen di perempatan panggung, atau juga mengamen di bus jurusan Sragen. Sebenarnya mereka juga punya seorang kakak laki-laki, tetapi ikut saudara mereka dan sedang bersekolah di kelas 2 SMK. Ibu mereka bekerja serabutan, setiap pekerjaan yang bisa dilakukan di jalani. Mulai dari sebagai buruh cuci hingga mengamen.
    Ada juga anak yang bernama Marsono. Anak yang berusia 11 tahun ini juga biasa mengamen dan bercita-cita sebagai tentara. Karena anak ini sangat aktif, dan agak susah di ajak bicara maka hanya sedikit informasi yang diperoleh.
    Mendengar cerita mereka, ternyata sungguh kita sudah mendapatkan anugrah yang tidak terkira. Kadang kita sudah makan kenyang dan enak pun masih merasa kurang, sedangkan mereka untuk mendapatkan sesuap nasi harus berjuang begitu keras. Kita bisa kuliah, uang dikirim lancar oleh orang tua, bisa jalan-jalan… sedangkan mereka masih kecil sudah berjuang di bawah terik untuk sekedar berburu uang recehan demi membantu orang tua. Melihat mereka jadi ingat lagunya Bung Iwan Fals yang berjudul “ Sore Tugu Pancoran “….

    “Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu….
    Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu…
    Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu…
    Dipaksa pecahkan karang, lemah jarimu terkepal…”

    Sedikit lirik lagu itu yang mengingatkan kita bagaimana perjuangan mereka dan sebenarnya merekapun berhak mendapat kebahagiaan…
    Namun ada satu hal yang bisa membuat saya sedikit merasa senang, mereka bisa terus tersenyum menghadapi kehidupan yang keras seperti itu, walaupun dalam hati kecilnya terus menjerit dan menangis. Adalah sebuah hal yang sangat susah ketika harus tersenyum dan bercanda di tengah kondisi yang serba kesusahan, tetapi mereka dapat melakukannya.
    Mungkin juga karena mereka masih kecil, maka dari itu kita harus ikut membantu dan memberikan mereka harapan untuk menggapai impiannya. Karena kita tahu mereka juga punya impian, sekecil apapun itu….
    Untuk agenda selanjutnya, dengan pengalaman yang sudah-sudah akhirnya diputuskan untuk melakukan pendataan bersamaan dengan kegiatan kelompok lain. Hal ini bertujuan supaya kami bisa menyatu dengan anak jalanan sehingga bisa mengumpulkan data dengan lebih santai.
    Selanjutnya juga akan direncanakan untuk melakukan pendataan di daerah Pasar Kliwon, karena PPAP Seroja belum menjangkau daerah itu, dan kami mencoba untuk membantu…

  • Priasmoro Wijayanto
    8 years ago

    Tim : Pendataan
    Anggota :
    1. Binsar B M Gultom
    2. Risky Fajar M
    3. Wahyu Putri N I S
    4. Yuniar Irkham F

    Hari Rabu, 13 Oktober 2010 merupakan kegiatan pendataan pertama kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah mengunjungi PPAP Seroja, dimana kami akan menemui Mas Sigit yang memberikan pengarahan mengenai pendataan anak jalanan. Adalah hal yang sangat penting bagi PPAP Seroja mengenai hal pendataan anak jalanan, karena dengan data tersebut mereka akan mengetahui informasi yang dibutuhkan untuk menyusun program-program mereka.
    Pada awal pembicaraan, Mas Sigit mengatakan bahwa dalam melakukan pendataan jangan sekali-sekali menggunakan cara formal, salah-salah kita bisa dikira petugas yang akan merelokasi. Jika ingin mendapatkan informasi tentang mereka, cobalah untuk ikut menjadi bagian dari mereka. Kita tidak bisa menggunakan aturan kita di sini, aturan yang digunakan ya aturan mereka, aturan jalanan yang keras. Jika mereka ngamen, cobalah untuk ikut ngamen. Coba mengerti dan menerima bahasa yang mereka gunakan, jangan kaget jika ada banyak kata-kata kasar yang terucap. “ Kalau di pukul ya sudah terima saja, itu sudah resiko…. “, begitu kata Mas Sigit. Pengen ketawa rasanya, mungkin belum sempat mereka memukul saya sudah lari duluan…
    Kemudian hari ini diputuskan untuk melakukan pendataan di Seroja dahulu sebagai latihan. Kebetulan pada hari itu juga ada kelompok lain yang sedang membantu membuat kerajinan tangan. Hal ini sangat membantu karena kita bisa ikut membuat kerajinan sehingga bisa menyatu dengan mereka, sehingga pendataan dapat dilakukan secara santai. Walaupun kita masih dibantu dengan daftar kuisioner yang telah diberikan Mas Sigit sebelumnya.
    Awal bertanya agak canggung juga, takutnya nanti malah mereka ketakutan. Atau nggak mereka berfikir “ sopo kowe? Takon-takon barang…”. Dan itu memang terjadi, awalnya mereka ditanya diam saja dan seolah takut. Kami berfikir berarti memang pendataan memerlukan trik-trik khusus, tidak bisa mereka dijejali pertanyaan dan langsung menjawab. Bisa tahu NAMA, ASAL, dan ALASAN DI JALANAN saja sudah untung-untungan.
    Namun setelah melakukan berbagai pendekatan, mulai dari membantu memotongkan gabus, mengambilkan gunting, menemani main bola, dan lain sebagainya akhirnya kita mendapatkan data dari beberapa anak. Adalah Puji Astuti ( 16 ), Puji Rahayu ( 13 ), dan Imam Saputra ( 3 ). Mereka adalah tiga bersaudara, ayahnya yang bekerja sebagai pengamen baru satu tahun ini meninggal dunia dan sekarang tinggal bersama dengan ibunya di sekitar ASMI. Lokasi ini adalah hasil relokasi dari Kentingan. Ketiganya sering mengamen di perempatan panggung, atau juga mengamen di bus jurusan Sragen. Sebenarnya mereka juga punya seorang kakak laki-laki, tetapi ikut saudara mereka dan sedang bersekolah di kelas 2 SMK. Ibu mereka bekerja serabutan, setiap pekerjaan yang bisa dilakukan di jalani. Mulai dari sebagai buruh cuci hingga mengamen.
    Ada juga anak yang bernama Marsono. Anak yang berusia 11 tahun ini juga biasa mengamen dan bercita-cita sebagai tentara. Karena anak ini sangat aktif, dan agak susah di ajak bicara maka hanya sedikit informasi yang diperoleh.
    Mendengar cerita mereka, ternyata sungguh kita sudah mendapatkan anugrah yang tidak terkira. Kadang kita sudah makan kenyang dan enak pun masih merasa kurang, sedangkan mereka untuk mendapatkan sesuap nasi harus berjuang begitu keras. Kita bisa kuliah, uang dikirim lancar oleh orang tua, bisa jalan-jalan… sedangkan mereka masih kecil sudah berjuang di bawah terik untuk sekedar berburu uang recehan demi membantu orang tua. Melihat mereka jadi ingat lagunya Bung Iwan Fals yang berjudul “ Sore Tugu Pancoran “….

    “Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu….
    Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu…
    Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu…
    Dipaksa pecahkan karang, lemah jarimu terkepal…”

    Sedikit lirik lagu itu yang mengingatkan kita bagaimana perjuangan mereka dan sebenarnya merekapun berhak mendapat kebahagiaan…
    Namun ada satu hal yang bisa membuat saya sedikit merasa senang, mereka bisa terus tersenyum menghadapi kehidupan yang keras seperti itu, walaupun dalam hati kecilnya terus menjerit dan menangis. Adalah sebuah hal yang sangat susah ketika harus tersenyum dan bercanda di tengah kondisi yang serba kesusahan, tetapi mereka dapat melakukannya.
    Mungkin juga karena mereka masih kecil, maka dari itu kita harus ikut membantu dan memberikan mereka harapan untuk menggapai impiannya. Karena kita tahu mereka juga punya impian, sekecil apapun itu….
    Untuk agenda selanjutnya, dengan pengalaman yang sudah-sudah akhirnya diputuskan untuk melakukan pendataan bersamaan dengan kegiatan kelompok lain. Hal ini bertujuan supaya kami bisa menyatu dengan anak jalanan sehingga bisa mengumpulkan data dengan lebih santai.
    Selanjutnya juga akan direncanakan untuk melakukan pendataan di daerah Pasar Kliwon, karena PPAP Seroja belum menjangkau daerah itu, dan kami mencoba untuk membantu…

  • Diyah setiyani
    8 years ago

    kelompok 4
    1. Diyah Setiyani
    2. Danik Dwi Yulianti
    3. Dian Mustika
    4. Emy Puspitawati
    5. wahyudin

    Jumat, 15 oktober 2010
    Acara madrasah keliling pada sore itu diadakan di daerah Ndayu, Terminal Tirtonadi. Sebelumnya kami telah mengadakan janji dengan mas sigit untuk berangkat bersama jam 15.30 WIB ,namun ternyata kuliah kami sampai jam 15.30 WIB dan parahnya sesampainya diseroja kami sudah ditinggal TT… akhirnya kami memutuskan untuk menyusul rombongan ke lokasi yang belum kita tahu . perjalanan kita menuju ke tempat tujuan sempat diikuti dengan acara nyasar..haha, setelah bertanya-tanya dengan bapak-bapak di jalan akhirnya…ketemu juga sama mobil seroja yang parkir di pinggir jalan. Lalu bapak yang baik hati bilang sama kita kalo rombongan mbak-mbak seroja jalan ke arah utara dan memberi tahu kita jalan menuju ke sana. Acara pada hari itu diadakan di rumah ibu aisiyah yang terletak dekat dengan bibir sungai pepe dan terletak di tengah rumah-rumah warga yang bisa di bilang padat penduduk. saat kita sampai di tempat, adik adik sudah berkumpul, dan acara sepertinya sudah di buka . hujan yang mengguyur daerah sekitar membuat kita semua yang saat itu memang datang dengan personil tambahan berkumpul menjadi satu dengan adik adik, wah..anget, haha.
    Setelah kita semua masuk…mbak-mbak seroja mempersilahkan kami untuk memperkenalkan diri kepada adik-adik dan juga mempersilahkan untuk mengisi acara. Nah , majulah seorang wahyudin mengajari adik adik menyanyi tentang kelima jari , hmmm, lucu…haha, . Lalu acara dilanjutkan dengan nonton film . kondisi acara kali ini terbilang cukup kondusif, adik adik terkesan manut manut saja. Saat film di putar adik adik menyimak dengan antusias,sebagian yang lain sibuk memilah milah buku yang ia disukai. Ga’ Cuma adik adik, kita kita pun juga asik baca baca buku yang gambarnya menarik, haha…
    Acara selesai sekitar pukul lima dan hujanpun juga sudah lumayan reda 😀 . hayooo…adik adik yang paling anteng boleh pulang duluan…ahaha, nostalgia jaman jaman dulu….
    Hmm, hari ini cukup menyenangkan dan berkesan buat kita 😀
    Jum’at,22 Oktober 2010

    Back to seroja….n
    Seperti biasa haRi jum,at kita selalu ditinggal pengurus kuliah kita yang berakhir sampai sore. Namun, kali ini kami lebih bertung dari minggu kemarin,, kami mendapat info dari teman sekelas kami yang pernah mengunjungi lokasi madrasah keliling hari jum’at ini, yaitu di masjid belakang SMA 3 SOLO, biasanya oleh pengurus PPAP SEROJA disebut sektor panggung.
    Kegiatannya tidak begitu jauh berbeda dengan minggu-minggu kemarin, konsep yang dibawa tetap menanamkan rasa gemar m,embaca kepada anak-anak. Saking senangnya mereka membaca, kami dari UNS mencoba untuk memberikan cerita motivasi berjudul CITA-CITA, namun, sedikit sekali yang mem[perhatikan TT.. tidak apalah bagi kami, yang penting tujuan utama “mereka mau membaca” tercapai 😀
    Kegiatan lain yang berlangsung dan tak kalah menarik adalah Nyanyi bersama, Kerennya mereka masih mengenal lagu-lagu tradisional jawa seperti lir ilir, dan lagu bertema terong apa gitu (entah kami tidak mengeri tapi menyenangkan hihihi). Lagu kebangsaan juga dinyanyikan, lagu anak-anak tak ketinggalan dan heatnya lagi mereka sama sekali tidak menyinggung lagu anak-anak remaja penuh cinta yang berkembang saat ini. Benar-benar terjaga dah..
    Selain menyanyi kami juga mengadakan sebuah kreasi menggambar buat mereka,, modal kami Cuma HVS putih sama bolpoin,, tapi sayang bolpoin nya ketinggalan adhek-adhek maapkan kami yaw hiks…hiks,,, maklum banyak pikiran hiks…hiks,,,
    The last kami akhiri dengan bacaan hamdalah n lagu sayonara… sampai berjumpa lagi yaw adhe-adhe,,,muga gag bosen,,,amin….

  • Diyah setiyani
    8 years ago

    Kelompok 4
    1. Diyah Setiyani
    2. Danik Dwi Yulianti
    3. Dian Mustika
    4. Emy Puspitawati
    5. Wahyudin

    Kami rasa untuk membuat agenda di madrasah keliling cukup sulit, karena madrasah keliling ini tidak pasti tempat tujuannya untuk setiap pertemuan sehingga kami sulit memprediksi keadaan tempat yang akan kami tuju. Setiap tempat memiliki karakter yang berbeda, begitu pula karakter anak-anak di masing-masing tempatpun tidak sama, sehingga agenda yang telah disusunpun kadang luput untuk dikerjakan karena bisa jadi agenda yang telah kami buat kurang cocok bila dilaksanakan ditempat yang kami tuju tersebut. Namun kami telah mencoba menyusan agenda untuk madrasah keliling antara lain:
    1. Menggambar dengan tema cita-cita,
    2. Seni melipat kertas(origami),
    3. Permainan atraktif,
    4. Mengajari bernyanyi lagu anak-anak, dan
    5. Membuat es kopyor.

  • Kelompok 5 : Taman Baca
    1. Yudha Elfanda I0609034
    2. Nur Fauziyah R I0609021
    3. Vera Novitasari I0609030
    Kunjungan kami hari rabu, 27 oktober 2010 jam 10.00. pada saat itu seroja ramaii sekali,lebih ramai dari hari – hari sebelumnya yg pernah kita kunjungi, dan saat itu kami baru memulai membantu di tamanbaca. Di taman baca, kami tidak hanya membantu menata buku,tetapi juga membantu anak-anak seroja belajar mulai dari membaca,menulis dan berhiung. Disana masih ada anak umur 15 tahun yang belum bisa membaca,namanya tuti. Disana ia belajar huruf alphabet dari dasar dan kadang dia lupa yang namanya huruf H ataupun huruf-huruf yang lain. Contohnya disuruh baca R A bacanya PA..”gubraakk”.malah dia kalah sama adik-adik yang lain yang berumur 8 tahunan. Tapi dia memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar, hanya saja dia masih malu2 sama kami,mungkin karena dia belum terbiasa sama kami, jadi terkadang dia minta untuk menyudahi belajarnya. Tapi kami harus merayu dengan sejuta cara dan diselingi dengan cerita2 agar dia mau melanjutkan belajarnya agar tidak bosan…hihihihihiii
    Ada juga yg namanya Rahayu,umurnya sekitar 11 taun,,dia anaknya pemalu dan pendiam sekali,pada saat lainnya belajar, dia ga mau ikutan belajar sama teman-teman yang lain,mungkin karena ada kami disana jadi dia agak minder,padahal kami udah rayu-rayu..eh,tapi ternyata dia malah pergi ngambek. Ya sudah, akirnya kami dibantu mbak-mbak seroja untuk merayu nya..akhirnya dengan berbagai rayuan maut dari mbak nya, akirnya dia mau kembali belajar.
    Di seroja ini kita benar-benar merasakan apa yg mbak-mbak dan mas-mas kerjakan di Seroja, yaitu kesabaran. Soalnya dibeberapa waktu, ada anak yg dating dan menggangu,ada-ada saja tingkah mereka, dan benar kata pak Ramdhon, kita harus berusaha berpikiran seperti mereka,,jadi ya sudah lah..sabarr,,sabaarrr….tapii seruu… 😀
    Setelah selesai belajar,kami membantu mereka mumbuat lampion. Anak-anak itu semua kreatif dan harus terus di support. Mereka punya talenta yang harus diasah, agar mereka bias berguna bagi diri mereka sendiri, dan mereka bias memiliki usaha yang lebih layak untuk hidup mereka,,

    Kesan: bekerja sosial,sangatlah menyenangkan,kami bisa berbagi ilmu yang sudah kami pelajari,meskipun hanya sedikit. Walaupun sedikit tapi hal ini sangatlah bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.

    Pesan: kegiatan seperti ini wajib dilaksanakan setiap hari sebagai agenda seroja. Pendidikan mungkin sesuatu yang mahal bagi mereka, tapi berkat seroja semua itu bisa dilakukan. Tiada kata terlambat untuk belajar. Dengan semangat dan keuletan merekan kami berharap kelak mereka akan mencapai apa yang dicita-citakannya.

    Rencana ke depan: berdasar hal di atas kami kelompok 5 akan mendampingi anak-anak seroja untuk bisa membaca dan menulis guna masa depan mereka kelak. __TERIMA KASIH__

  • Antusias
    8 years ago

    Kelompok PAUD :
    1. Antusias N I0609003
    2. Arif Fakih I0609004
    3. Dina A S P I0609012
    4. Erma P D I0609015

    Hari ke tiga di seroja, tanggal 27 Oktober 2010 pukul 9.00 WIB
    Hari itu suasana di seroja tampak sedikit lebih ramai bila dibandingkan sebelumnya. Begitu juga dengan peserta PAUD yang ada disana. Seperti biasa, kami langsung berbaur dengan mereka. Pada saat itu, mereka disana sedang asyik mewarnai gambar dari pembimbing seroja. Di sana kami menjumpai ada beberapa peserta baru, diantaranya ada 3 bersaudara yang bernama ?, Putri, dan Bayu yang hanya berbeda umur satu tahun yaitu 5, 6, dan 7 tahun. Pada saat itu juga ikut bersama kami beberapa orang dari divisi pendataan yang juga berinteraksi dengan mereka. Disitulah si kakak mulai bercerita tentang diri dan kehidupannya. Ia menceritakan kalau ia memiliki 7 saudara, 4 dari mereka tinggal bersama orang tua dan mengikuti kegiatan yang ada di seroja, Anak pertama dan kedua telah menikah, dan 2 adik mereka yang lebih kecil lagi dari bayu di bawa oleh salah satu dari anak yang telah menikah tersebut. Lebih lanjut ia bercerita kalau dirinya juga bersekolah di sekolah formal dan kini telah kelas 2 SD. Selama bersekolah ia bercerita kalau ia pernah meraih prestasi yang cukup membanggakan yaitu menjadi peringkat ke-2 di kelasnya. Namun ia juga pernah tinggal kelas selama satu tahun. Hal ini membuat kami prihatin sekaligus semakin sadar kalau sebenarnya anak-anak tersebut memiliki potensi besar seandainya dapat tersalurkan dan diarahkan dengan baik. Sehingga potensi yang mereka miliki dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri secara khusus dan secara umum hal ini dapat mengurangi permasalahan di kota akibat minimnya kemampuan Sumber Daya Manusia masyarakatnya.

  • dedy syarifudin
    8 years ago

    Kelompok PLK Seroja, anggota:
    • Dedy Syarifudin
    • Meryani Ranggi Dewi
    • Testianto Hanung
    Sebelumnya maaf Pak Ramdhon, untuk kegiatan di Seroja tanggal 27 Oktober 2010 baru bisa kami laporkan hari ini. Karena banyaknya tugas, kami sampai melupakan untuk mengetik kegiatan Seroja pada tanggal ini.
    Kegiatan yang kami lakukan pada saat itu adalah mengajari kelompok Pendidikan Layanan Khusus (PLK) dalam belajar mata pelajaran. Saat itu kami sedang membantu adik-adik mengerjakan soal-soal IPS (lebih tepatnya Geografi) kelas 5 kalau tidak salah. Namun setelah beberapa saat adik-adik merasa jenuh dalam mengerjakan soal, kegiatan KBM disudahi dan diganti membuat kerajinan tangan dengan kertas (origami). Saat itu, dengan dibantu pendidik yang lain, kami membuat bunga dari kertas. Bunga itu terdiri dari beberapa gabungan kertas warna-warni yang dilipat dengan cara yang sama. Setelah bagian bunga dengan warna dan jumlah tertentu sudah mencukupi, maka semua bagian bunga itu digabungkan dengan lem. .Pokoknya indaaaaaaaah banget saat sudah jadi.
    Saat membuat bunga dari kertas itu, kami mendapatkan ilmu baru dalam mengubah bentuk kertas warna menjadi bunga yang cantik. Sampai saat ini, kami masih ingat bagaimana tekniknya. Ya…. Jika kami tak mencobanya dalam waktu lama, bisa dipastikan teknik itu akan hilang dari memori kami.

  • dedy syarifudin
    8 years ago

    Kelompok PLK Seroja, dengan anggota :
    • Dedy Syarifudin
    • Meryani Ranggi Dewi
    • Testianto Hanung

    Pada hari Rabu, tanggal 3 November 2010 untuk ke empat kalinya kami ke Seroja. Seperti biasa, kami berangkat dari kampus setelah selesai kuliah. Kami kesana jam 09.30 WIB. Saat sampai di sana kami agak terkejut karena suasana di Seroja saat itu sepi, tak seperti hari Rabu biasanya. Setelah memarkirkan sepeda motor, kami langsung masuk ke rumah. Hanya beberapa orang yang terdapat di sana. Ada sebagian ibu-ibu yang menemani anaknya bermain dan belajar di Seroja. Selain itu hanya ada beberapa pengelola Seroja yang tetap tinggal. Di sisi lain, anak-anak asuh Seroja hanya ada sekitar tujuh orang. Mereka adalah Rizky, Jaya, Novita, Dimas, Slamet dan sisanya balita yang ditemani oleh ibunya. Kami pun bertanya pada Bu Sulis tentang keadaan saat itu. Oooo… ternyata anak-anak yang lain sedang periksa paru-paru, suatu langkah yang dilakukan Seroja untuk mengetahui kondisi kesehatan paru-paru anak didik mereka. Dan anak-anak yang saat itu ada ternyata periksa sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya.
    Saat itu, lima anak yang kami sebut namanya tadi sedang bermain puzzle dengan Bu Sulis. Mereka terlihat semangat dan ceria saat kami datang. Pertama kali kami duduk, kami bermain ‘menyebutkan gambar’ yang ada di sebuah buku bacaan, ada gambar buah, gambar bunga, serangga, ikan, dan hewan lainnya. Daya dan Dimas yang merupakan anak terkecil saat itu ( kira-kira empat tahun ) sangat antusias dalam menyebutkan gambar. Ternyata mereka crewet juga ya! Hehe.. Setiap berhasil menyebutkan nama gambar, mereka langsung berceloteh tentang gambar itu kesana-kemari. Karena asyiknya kami dalam bermain, ternyata mengundang adik-adik yang lain yang saat itu sedang bermain puzzle sendiri. Kami pun semakin riuh dan gembira.
    Setelah cukup lama bermain dan kelelahan, ada sedikit kegaduhan karena ulah usil Slamet yang merupakan anak golongan tertua di kelompok itu. Dia pertama –tama mencorat-coret buku yang ada di Seroja. Setelah mendapat teguran dari Bu Sulis, ee… ternyata si Slamet malah semakin menjadi-jadi. Dia beralih ulah mengambil tas Bu Sulis. Serentak hai itu membuat Bu Sulis berteriak “Dosa kamu Met. Di tas itu ada Al-Qurannya lho, kenapa kamu buat mainan tas itu? Kembalikan!” “emoh..”, saut Slamet sambil berlari-lari. Karena ngeyel itu, akhirnya anak-anak kecil yang lain mencoba merebut tas Bu Sulis. Alhasil, kejar-kejaran pun terjadi. Mereka sampai menutup pintu, lari keluar, masuk ruang administrasi, dan lain-lain. Kami dan Bu Sulis hanya heran dan geleng kepala melihat hal itu. Setelah dikembalikan, Slamet tak henti-hentinya berulah lagi. Dia malah menghidupkan televisi, padahal saat itu waktu untuk belajar. Serentak hal itu membuat Bu Sulis marah namun dengan wajah dan suara yang sabar. Saat Bu Sulis mematikan tv, Slamet menghidupkan lagi. Kemudian Bu Sulis mematikan lagi, Slamet pun menghidupkan lagi. Hmmm.. hal seperti ini terulang beberapa kali. Kami pun hanya diam menggelengkan kepala. Setelah ‘setan’ yang merasuki Slamet keluar, dia pun jadi ‘anteng’. Saat itu saya ( Dedy Syarifudin ) sedikit memberi nasihat padanya. Yah… namanya juga anak-anak. Susah diberi nasihat. Ngeyel! Cuma ya mas,ya mas
    Jam pun telah menunjukkan pukul 11.30 WIB, doa pulang segera dimulai. Ibu Sulis memanggil semua untuk berkumpul dan berdoa. Padahal kondisi saat itu masih tak teratur. Yahh…. Susahnya ngatur Slamet. Tetap saja usil dan susah untuk duduk tenang. Mungkin karena jengkel, Bu Sulis langsung saja memulai doa tanpa memperdulikan Slamet. Setelah selesai, anak-anak diantar pulang dengan mobil.
    Demikian tadi sensasi baru yang kami alami di Seroja. Keceriaan yang berbeda tak seperti biasanya. Sensasi baru yang di buat oleh Slamet. Hai ini menambah kesabaran kami saat itu. Dan kami tahu, tak mudah mengatur anak kecil.

  • hanung fajar
    8 years ago

    Kelompok 3 (Pendidikan Layanan Khusus)
    1. Dedy Syarifudin
    2. Meriyani Ranggi Dewi
    3. Testianto Hanung F.P
    Maaf pak ada keterlambatan untuk tanggal 27 Oktober 2010. Pada hari Rabu tanggal 27 Oktober 2010, saya dan teman – teman kembali bertugas di PPAP SEROJA. Pada pukul 9 pagi kami berangkat bersama- sama dari UNS.
    Sesampai disana, kami disambut oleh anak – anak seroja dengan meriah. Pada saat itu jadwal PLK adalah belajar IPA dan membuat buga – bunga lampion dari kertas lipat.
    Pertama – tama, saya mengajar anak yang bernama Marsono belajar IPA. Marsono dan teman – teman disuruh membaca terlebih dahulu kemudian menjawab pertanyaan berupa pilihan ganda tersebutdia mengerjakan pilihan ganda setelah diberi penjelasan mengenai materi dulu di awalnya. Materi yang dipelajari mengnai erosi dan abrasi. Mereka terlihat bingung dalam mempelajarinya, tetapi kami kencoba membantu mereka supaya mereka bisa memahami dan menjawab pertanayan – pertanyaan tersebut.

    Setelah belajar, kami lalu membuat lampion bunga. Saya belum mengerti bagaimana cara membuatnya. Kemudian saya pun tanya ke mbak ayu sebagai pembimbing di PLK. Setelah mengerti, saya bersama temn – teman lain ikut membuat lampion bunga tersebut. Begitu pula dengan marsonodan anak lainnya. Mereka terlihat sangat asyik membuat lampion berbentuk bunga dari kertas yang berwarna – warni. Masing – masing warna hartus terdapat lima buah bunga. Setelah bunga – bung tersebut jadi, lalu ditempelkan dari lima bunga dirangkai menjadi satu bunga. Dan satu warna yang terdiri dari lima bunga tersebut kemudian ditempelkan pula dengan warna yang lain danjumlah yang sama. Dan jadilah sebuah lampion bunga yang sangat indah. Itu menjadi berkesan buat saya, karena selain dapat menhibur anak – anak jalanan tersebut, saya juga dapat belajar mambuat lampion berbentuk bunga.

    Setelah itu, merka kemudian bermain – main. Ada beberapa anak yang sangat usil dan jahil sekali. Merekaada yang menendang, mencakar, meminta gendong, dll. Kita bisa maklum karena mereka kelihaan sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih. Walaupun mereka nakal, tapi saya dan teman – teman – teman sangat senag sekali karena dapat menghibur mereka.

    Setelah selesai kira – kira pukul 12.00, saya dan teman – teman pamit untuk pulang. Mereka sangat menunggu kedatangan kami untuk kembali ke PPAP SEROJA lagi.

  • hanung fajar
    8 years ago

    Kelompok kami mengirim dua kali soalnya agar memperpanjang mengenai penjelasannya. maaf pak, maksud saya mata pelajaran IPS.

  • hanung fajar
    8 years ago

    Ada beberapa foto… silakan melihat…..

  • DOKUMENTASI Madrasah Keliling PPAP SEROJA….

    silahkan lihat…. di http://justimperfectplan-diyah.blogspot.com/

  • buat yang sudah mempublikasikan, keren !!
    bagi yang belum, setengah keren ..

  • Priasmoro Wijayanto
    8 years ago

    Kegiatan pendataan kami berikutnya yaitu kembali di PPAP seroja bersama dengan kelompok lainnya. Hal ini memang sengaja dilakukan dengan tujuan agar kita bisa lebih menyatu dengan para anak jalanan. Sebenarnya kami agak bingung dalam kegiatan pendataan ini, karena kurang jelas tentang siapa yang mengkoordinir. Pada awalnya kami diarahkan oleh Mbak Retno mengenai pendataan, namun minggu berikutnya gantian dengan Mas Sigit. Mas Sigit sudah memberikan format kuisioner yang akan kita gunakan dalam pendataan. Juga sudah ada beberapa data yang telah kita kumpulkan. Tetapi minggu berikutnya kami “di ambil alih” oleh Mbak Ayu, dan Mbak Ayu ini pun punya format kuisioner yang berbeda dengan yang diberikan oleh Mas Sigit.
    Akhirnya kita mendapat tugas baru dari Mbak Ayu yaitu meng-Update data anak jalanan yang telah dimiliki oleh PPAP Seroja. Mengapa di-Update? Hal ini dikarenakan data yang dimiliki masih minim, meskipun nama-nama anak jalanan sudah banyak terdata. Atau dengan kata lain data yang dimiliki PPAP Seroja tentang anak jalanan kebanyakan sebatas nama dan umur.
    Sebenarnya dahulu PPAP Seroja sudah memiliki cukup banyak data tentang anak jalanan. Tetapi data-data tersebut hilang. Jadi mau tidak mau harus diadakan pendataan ulang. Nah disinilah tugas kita untuk membantu mengumpulkan data-data tersebut.
    Seperti yang sudah dikatakan tadi bahwa kita telah mendapat format kuisioner yang baru. Kuisioner baru ini lebih lengkap dari kuisioner sebelumnya. Sebagai contoh yaitu tentang orang tua yang ditanyakan secara lebih mendetail. Maka dengan ini kami memasukkan data-data yang lama ke kuisioner yang baru. Seadanya data kami masukkan, dan kebetulan anak yang kami data minggu kemarin ada di PPAP Seroja. Sehingga kami tinggal kembali bertanya dan memasukkanya ke kuisioner yang baru.
    Seperti biasanya, pendataan tidak berjalan semudah yang dikira. Sekali didekati langsung lari. Bertanya pun cuma mendapatkan nama. Tetapi dengan sedikit bantuan dari Mbak Ayu, anak-anak yang tadinya lari kesana-kemari akhirnya mau sedikit di atur. Itupun kami masih kesulitan melakukan pendataan. Kebetulan hari itu PPAP Seroja sedang banyak anak jalanan dibanding biasanya. Ini disebabkan oleh akan diadakannya pemeriksaan paru-paru oleh DepKes terhadap anak jalanan, sehingga PPAP Seroja mengumpulkan lebih banyak anak jalanan. Di antaranya sudah ada beberapa yang kami kenal, seperti Marsono, Novita, Tuti, Puji, Imam, dan beberapa yang lain…
    Namun ada pula wajah-wajah baru yang belum pernah kami liat. Dan yang paling membuat kami kagum adalah seorang anak bernama Putri. Kenapa kami kagum, karena dengan kondisi seperti saat ini yang serba kekurangan dia bisa merebut juara 2 di kelas. Itu merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Dia mampu mengalahkan anak-anak lain di kelasnya, yang kebanyakan mempunyai kondisi yang lebih baik daripada Putri.
    Kembali ke pendataan, kami masih kesulitan karena memang anak-anak ini masih sulit untuk di ajak bicara. Akhirnya kami pun mensiasatinya dengan “nantang” mereka untuk menulis. Awalnya di kertas biasa, dan kemudian kami minta untuk mengisi kuisioner kami. Dengan antusias mereka menuliskan data-data mereka. aka kembali ada beberapa data-data anak jalanan yang masuk ke PPAP Seroja.

  • mastrina
    8 years ago

    kegiatan taman belajar minggu ini kami satukan dengan Paud dan PLK. karena ada sedikit perubahan jam dalam kegiatan taman belajar.

  • hanung fajar
    8 years ago

    Kelompok 3
    Pendidkan Layanan Khusus 10 November 2010
    Kelompok 3
    1. Dedy Syarifuddin
    2. Meryani Ranggi Dewi
    3. Testianto Hanung Fajar Prabowo

    Kami datang ke seroja pada pukul 09.30. Pertama kali kami tiba disana ternyata anak – anak seroja belum pada datang. Setelah menunggu beberapa lam, kemudian mereka datang tepat pada pukul 10.00. Teryata mereka sehabis olahraga dari Taman Sekartaji. Saya lihat mereka kelihatan sangat capek sekali. Kemudian mereka diberi snack oleh pengurus di Seroja.

    Setelah istirahat beberapa lama, kemudian mereka belajar sesuai dengan jenjang kemampuan mereka masing – masing. Kebetulan saya mendapat bagian untuk mengajar Marsono. Masih ingat kan dengan Marsono???? Dia belajar matematika kelas 4 SD tentang tambah, kurang, bagi dan kali. Pada awal mulanya dia merasa kesulitan, tapi setelah kami bimbing, akhirnya Marsono mengerti juga. MArsono cukup cerdas ternyata, dia berhasil menyelesaikan 5 soal matematika dengan waktu yang cukup singkat. Tidak sampai setengah jam dia berhasil menyeleseikannya. Para anak – anak yang lain masih asyik menggambar, mewarnai, menulis, dll.

    Setelah selesai semua pekerjaan mereka masing – masing, kami seluruh mahasiswa dari UNS diajak oleh mbak Ayu untuk berdiskusi sebentar. Ternyata ada perubahan jadwal. KAmi disuruh meyusun jadwal per orang supaya dapat terbagi dengan rata mengenai tugasnya masing – masing. Setelah itu kami pulang. Sedangkan untuk minggu berikutnya tidak ada karena bertepatan dengan hari raya Idhul Adha.

  • Kelompok 5 : Taman Baca
    1. Yudha Elfanda I0609034
    2. Nur Fauziyah R I0609021
    3. Vera Novitasari I0609030

    Kemarin kita dari taman baca seperti biasa,selain menjaga taman bacaan kita juga membantu adik-adik untuk belajar membaca dan menghitung.
    Juga membantu adik-adik PAUD belajar menggunting dan menempelkan hasil guntingan di pada gambar yang tersedia.
    Di seroja tidak terlalu banyak adik-adiknya soalnya ada beberapa yang ke jogja, mungkin beberapa mereka ikud membantu di merapi atau malah selanjutnya.
    Disana kita tidak terlalu lama karena tidak terlalu banyak aktifitasnya seperti biasanya.
    Kemudian selesai dari itu kami semua divisi ada briefing sama mbak2&mas2 yang di seroja, mereka menjelaskan bahwa mulai minggu depan kita hanya perlu satu orang aja dari tiap divisi, soalnya akan lebih efektif bila diberlakukan seperti itu, jadi tiap orang dipastikan dapat bekerja.
    Setelah briefing dilanjutkan ke teknisi alat elektronik, mereka menghimbau kalau ada barang-barang elektronik seperti hape, tivi, kipas angin, radio dsbg ada yang rusak bisa disumbangkan kepada mereka untuk diperbaiki dan kemudian dijual mereka agar menjadi salah satu mata pencaharian mereka dan kemudian uang hasil penjualan dapat untuk modal berjualan pulsa, agar mereka tidak melakukan hal-hal yang negative seperti mencuri dan merampok.

  • wah wah..ga kerasa udah november..semoga kita nggak hanya sekedar dateng trus komen disini ya ^^

    city for all.city for all

    ================================
    maaf bukan maksud untuk ngejunk atau flamming disini ya pak ^^v

  • sumonggo pinarak,bapak 🙂
    http://hectichysteria.blogspot.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Skip to toolbar